Website Sedang Direnovasi

Koleksi Buku

MEMOAR SEORANG WARTAWAN, A NAN TAKANA (APA YANG TERINGAT), H. Marthias Dusky Pandoe

A Nan Takana -- judul tersebut artinya apa yang teringat.

Tetapi kenangan untuk seorang wartawan, tentu bukan memoar biasa. Oleh karena dia lari meninggalkan dusun kelahirannya di Lawang, Bukittinggi, Sumatera Barat, dalam usia belia, Marthias Dusky Pandoe kemudian bertekad untuk menaklukkan dunia. Tanpa pernah punya bekal cukup dalam pendidikan formal, setapak demi setapak dia akhirnya mewujudkan impiannya. Dimulai dengan bergelandangan sebagai pedagang kaki lima, sampai akhirnya tumbuh menjadi ratu dunia, berkarya sepenuhnya sebagai wartawan.

Dengan latar belakang masyarakat Minangkabau yang sarat bersendi agama, adat dan budaya, di tengah perjuangan politik merebut kemerdekaan Indonesia. Dilanjutkan ke masa pergolakan daerah selama Peristiwa PRRI dan juga di masa pasca pemberontakan yang carut marut.

MDP, begitu inisial yang sedia dia pakai di belakang tulisannya, telah membuktikan jati dirinya sebagai warga Minagkabau. Dengan cermat dia mengenang serta mencatat segala-galanya. Sejak persahabatannya dengan tokoh Masyumi Moh. Natsir, keterlibatannya dalam aksi bawah tanah menentang komunis, hingga perannya ikut membentuk para gubernur.

Beragam pengalaman tersebut menunjukkan, MDP bukan sekadar wartawan yang pandai berkisah. Melainkan sering terjun sendiri dalam pergumulan politik serta bertindak selaku king maker di wilayah kelahirannya. Tempat dia kembali bermukim, sesudah berkelana menjelajah kemana-mana.

Rp 35.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Memoar Seorang Wartawan, A Nan Takana (Apa yang Teringat)
Penulis: H. Marthias Dusky Pandoe
Penerbit: Kompas
Edisi: 2001
Halaman: 325
Ukuran: 14 x 21 x 2 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru Stock Lama
Lokasi: 920/Pan/m

CATATAN SUBVERSIF, Mochtar Lubis

Buku ini merupakan catatan-catatan dalam buku harian yang ditulis pengarang selama berada dalam tahanan rezim orde lama. Dia telah mencatat pengalamannya setiap hari, tidak saja pengalaman nyata dalam lingkungan rumah penjara, akan tetapi juga pengalaman pikir an dan batinnya, reaksi-reaksinya terhadap apa yang dibaca dan didengarnya, terhadi di dalam dan di luar penjara. Karena itu buku ini merupakan pula sebuah kesaksian terhadap segala apa yang terjadi di Indonesia di bawah rezim orde lama dan reaksi pengarang terhadap semuanya.

Rezim orde lama setelah jatuh dari singgasana kekuasannya telah menjadi sasaran kritik dan kutukan banyak orang Indonesia, tidak saja akibat politiknya yang telah membawa Indonesia ke jurang kehancuran perekonomian akan tetapi akibat petualangan politik, almarhum presiden Soekarno dengan PKI, yang sampai pada puncaknya dengan peristiwan Gestapu tanggal 30 September tahun 1965, yang membawa Indonesia pada peristiwa pembantaian para Jenderal di Lubang Buaya.

Buku ini merupakan monumen kesaksian pada satu kurun waktu yang amat penting dalam sejarah Indonesia Merdeka yang secara jelas mengikuti proses pembusukan orde lama, karena itu perlu dibaca oleh setiap orang Indonesia yang wajib memahami proses sejarah negeri dan bangsanya. Karena masa kini hanya dapat dipahami dengan memahami masa lampau.


Rp 40.000

Beli Sekarang
Sold
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Catatan Subversif
Penulis: Mochtar Lubis
Penerbit: Yayasan Obor Indonesia
Edisi: 1987
Halaman: 405
Ukuran: 14 x 21 x 1.5cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Koleksi Pribadi
Lokasi:

B.M. DIAH WARTAWAN PEJOANG, Djafar H. Assegaff

Dalam sidang Dewan Pers di Bandung, pertengahan Juli 1989, H. Burhanudin Mohamad Diah mengemukakan niatnya untuk meletakan jabatan sebagai Ketua Pelaksanaan Harian Dewan Pers. Suatu jabatan yang telah dipegang beliau lebih dari 15 tahun. Semua hadirin, anggota Dewan Pers termanggu dan tak seorangpun memberikan reaksi.

Menteri Penerangan Harmoko, anak didik beliau di Merdeka, yang mengetuai sidang di waktu itu mengemukakan pula bahwa keinginan Pak Diah untuk meletakkan jabatan sebagai Ketua Pelaksana Harian sudah lama dikemukakan."Hanya sayalah, yang menahan beliu," kata Harmoko. Namun kali ini sudah tidak ada lagi alasan untuk, menahan beliau.

Akhirnya singkat kata, B.M. Diah meletakan jabatan meskipun masih tetap menjadi anggota Dewan Pers. Rapat memutuskan rekan Jakob Oetama, seorang wartawan, tokoh dunia jurnalistik. dalam masa Orde Baru terpilih menggantikan B.M. Diah. Pada rapat itu pulalah terbit pikiran apakah yang dapat disumbangkan rekan dan teman sejawat serta generasi wartawan yang lebih muda, kepada B.M. Diah yang telah meletakan sandi-sandi jurnalistik setelah Indonesia Merdeka.

Akhirnya datang gagasan menerbitkan buku kenangan untuk B.M. Diah, Wartawan Pejoang dan Pejoang Kewartawanan di Indonesia. Tidak berlebihan kata-kata ini,karena B.M. Diah melahirkan surat kabar Merdeka. Merdeka menjadi tempat persemaian benih wartawan, yang kemudian akan memimpin surat-surat kabar lain. Dari persemaian Merdeka ini akan lahir banyak wartawan, yang kemudian memimpin surat kabar di Indonesia.

Rp 38.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: B.M. Diah Wartawan Pejoang: Kesan dari Rekan-rekan Sepejoangan
Penulis: Djafar H. Assegaff
Penerbit: Dewan Pers
Edisi: 1990
Halaman: x + 130
Ukuran: 14.5 x 21 x 0.5 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 070/Ass/b

COME BE MY LIGHT: THE PRIVATE WRITINGS OF THE SAINT OF CALCUTTA, Mother Teresa

During her lifelong service to the poorest of the poor, Mother Teresa became an icon of compassion to people of all religions; her extraordinary contributions to the care of the sick, the dying, and thousands of others nobody else was prepared to look after have been recognized and acclaimed throughout the world. Little is known, however, about her own spiritual heights and or her struggles. This collection of her writings and reflections, almost all of which have never been made public before, sheds light on Mother Teresa's interior life in a way that reveals the depth and intensity of her holiness for the first time.

Complied and presented by father Brian Kolodiejchuk, M.C., who knew Mother Teresa for twenty years and is the postulator for her cause for sainthood and director of the Mother Teresa Center, Mother Teresa brings together letters she wrote to her spiritual advisors over decades. A moving chronicle of her spiritual journey -- including moments, indeed years, of utter desolation -- these letters reveal the secrets she shared only with her closest confidants. She emerges as a classic mystic whose inner life burned with the fire of charity and whose heart was tested and purified by an intense trial of faith, a true dark night of the soul.

Published to coincide with the tenth anniversary of her death, Mother Teresa is an intimate portrait of a woman whose life and work continue to be admired by millions of people.

Rp 180.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Mother Teresa Come be My Light: The Private Writings of the "Saint of Calcutta" 
Penulis: Mother Teresa [Penulis], Brian Kolodiejchuk, M.C. [Editor]
Penerbit: Doubleday
Edisi: 2007 
Halaman: 404
Ukuran: 14.5 x 21.5 x 3 cm
Sampul: Hard Cover
Bahasa: English
Kondisi: Buku Bekas Koleksi Pribadi
Lokasi: 920/Ter/c

BENEDIKTUS, Krispurwana Cahyadi

Figur Benediktus XVI tidak akan ditempatkan sembarangan atau hanya dipandang sebelah mata. Dia adalah sosok penting, bahkan karena kedudukannya tidak jarang ditempatkan sebagai pusat tatapan dan arah pandangan banyak orang, menjadi perbincangan di dunia. Suaranya menggema di tengah belantara arus pandangan dunia. Maka mempelajarinya, terutama sebagai orang Katolik, adalah langkah untuk mengenali serta menelusuri akar gagasan dan arah pandangannya yang, karena sebagai paus, membentuk suara pengajaran Gereja. Kaya ini merupakan suatu paparan, suatu jabaran gagasan dari seorang yang bernama Joseph Ratzinger yang kini bergelar Benediktus XVI. Secara garis besar, menyajikan refleksi konkret atas soal-soal aktual, yang hidup dan dihidupi manusia. Dipersembahkan kepada siapa saja yang ingin mengenal Benediktus XVI, bagaimana dia mengajar, memandang perkara, dan menyatakan pendapat dalam hal iman dan kehidupan, Gereja dan dunia di tengah arus zaman.

Rp 67.500

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Benediktus
Penulis: Krispurwana Cahyadi
Penerbit: Kanisius
Edisi: 2010
Halaman: 464
Ukuran: 155 x 225 mm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

IBN 'ARABI: THE VOYAGE OF NO RETURN, Claude Addas

This concise introduction to the life and thought of Ibn 'Arabi who is considered as the "Greatest of Sufi Masters". Written by the author of a best-selling biography of Ibn 'Arabi, Ibn 'Arabi: The Voyage of No Return traces the major events of Ibn 'Arabi's life: his conversion to Sufism; his travels around Andalusia and the Maghreb; his meetings with the saints of his time; his journey to Mecca; his travels in Egypt, Palestine, Mesopotamia, Anatolia and Syria; his most important books. The events of Ibn 'Arabi's "inner voyage", however, are far more spectacular than those of his outer life and are here presented directly from the many auto-biographical sections found in his writings. Through her detailed analysis of Ibn 'Arabi's works and her profound understanding of his ideas, Claude Addas gives us a comprehensive insight into the major doctrines of this most influential Sufi masters: the doctrine of prophethood and sainthood, of inheritance from the prophets, of the "imaginal world", of the "unicity of Being", of the "Seal of Saints", and many others. Addas also introduces the main disciples of Ibn 'Arabi down the nineteenth century and traces both his unequalled influence on the course of Sufism and the controversies that still surround him till today. Ibn 'Arabi: The Voyage of No Return is essential reading for anyone interested in Islamic mysticism and is a genuine contribution to scholarship in this field.

Rp 90.000

Beli Sekarang
sold
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Ibn Arabi: The Voyage of No Return
Penulis: Claude Addas
Penerbit: The Islamic Text Society
Edisi: 2000
Halaman: 134
Ukuran: 14 x 21.5 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: English
Kondisi: Buku Bekas Koleksi Pribadi
Lokasi: 200/Add/i

GUS DUR DI MATA PEREMPUAN, Ala'i Nadjib

Gus Dur penting kita muliakan, karena ia cendekiawan yang sungguh-sungguh memuliakan perempuan. Ia menempatkan perempuan bukan bagian penting dari ide pembebasan tapi justru yang utama dari ide pembebasan sekaligus pelaku penting kerja pembebasan itu sendiri.

Rp 65.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Gus Dur di mata Perempuan
Penulis: Ala'i Nadjib
Penerbit: Gading Publishing dan PP Fatayat NU
Edisi: 2014
Halaman: 296
Ukuran: 14.5 x 21 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

PERJALANAN OEY HONG NIO, Eka Budianta

Ketika lahir namanya Oey Hong Nio. Setelah menikah dipanggil Nyonya Kho Hok Tjwan. Selanjutnya dikenal sebagai Ibu Elyana Darmono.

Inilah kisah perjalanan hidup yang indah. Dalam usia 88 tahun Ibu Elyana bercerita dengan sangat fasih dan cerdas. Ibu Elyana pernah belajar di Sekolah Guru, Kweekschool di Mendut, dekat Candi Borobudur. Sekolah itu merupakan pendidikan pionir emansipasi perempuan yang sangat terkenal, pada zamannya. Didirikan oleh Gereja Katolik pada 1908, dan berjaya hingga 1943.

Bagaimana pengalaman Elyana selanjutnya? Mengapa ia tidak jadi mengajar sebagai guru? Buku catatan ini memberikan jawaban lengkap dan terperinci. Elyana menikah dengan Frans, pemuda yang dikaguminya. "Suamiku adalah seorang pahlawan," katanya. Ia bertanggung-jawab dan menyelesaikan pekerjaannya dengan baik."

Suaminya, almarhum Frans Kho Hok Tjwan atau Darmono Sugiarto (1920-1982) adalah seorang taat pada ajaran Rama Resi Pransoeh Sastrasoewignya, tokoh kejawen yang amat dikaguminya. Ia mewarikan ajaran Tiga Perangkat yang telah membuat keluarganya menyatu dengan masyarakat, berbakti untuk bangsa dan negara.

Banyak pelajaran hidup yang dapat kita petik dari perjalanan 88 tahun Ibu Elyana. Baginya, tidak ada kata yang lebih menyenangkan daripada "anak" dan "hidup bahagia". Untuk itulah ia dan suaminya bekerja keras, bermasyarakat dengan harmonis di mana saja. Sungguh satu pengalaman berharga dalam hidup yang bersih, tulus dan sederhana.

"Sukses utama keluarga Darmono, menurut hemat saya, adalah keberhasilan mewariskan iman. Tidak sulit mewariskan tanah, rumah, uang, atau batangan emas. Tetapi meneruskan kepercayaan kepada anak-cucu sungguh hal luar biasa. Apalagi bila iman-kepercayaan itu berupa ajaran unik, dan masih jarang pemeluknya, seperti Ilmu Tiga Perangkat dari RPS Sastrosoewignya."

-- Eka Budianta

Rp 55.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Perjalanan Oey Hong Nio
Penulis: Eka Budianta
Penerbit: Eugenia
Ukuran: 24.5 x 22.5 x 1 cm
Sampul: Hard Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: Indonesia 

PERJUANGANKU MELAWAN KANKER, Kate Carr

Ketika menuliskan ini aku adalah survivor kanker, selamat dari namanya yang menyeramkan,  dari begitu banyak omong kosong yang kita dengar mengenai pengalaman kanker yang embuat perjalananku lebih berat dari yang seharusnya.

Tidak mungkin kembali ke kehidupan lama setelah diagnosis kanker, dalam kenyataan bahwa bertahan hidup pun sulit Kate Carr terdiagnosis mengidap kanker payudara pada usia 39 tahun dan menjalani serangkaian pengobatan yang mengerikan. Pada tahun 2002 ia diberitahu bahwa ia telah mencapai tonggak sejarah yang paling penting-batas lima tahun. Meski demikian kenyataan pahitnya, ia masih belum dinyatakan sembuh.

Buku Perjuangaku Melawan Kanker memetakan diagnosis dan pengobatan Kate sambil menjelaskan secara detail segala sesuatu yang ditulis secara indah mengenai kegembiraan dan kesedihan dalam melangkah serta menghadapi  beban, yang sulit dipahami teman dan keluarganya. Kate menulis memoar yang menyentuh dan berisi nasehat yang sangat mendukung dan penuh empati bagi semua orang yang hidup dengan kanker.

Rp 32.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Perjuanganku Melawan Kanker
Penulis: Kate Carr
Penerbit: PT. Bhuana Ilmu Populer
Edisi: Cetakan 1, 2004
Halaman: 253
Ukuran: 21 x 14 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Bekas Koleksi Pribadi
Lokasi: 920/Car/p

MANDY, Mandy Rice-Davies with Shirley Flack

At Last, The True Story of the Profumo Affair!

The name Mandy Rice-Davies conjures up vivid memories of the great political scandal of 1963. Now, seventeen years on, Mandy is free to tell her own amazing story.

Craving more excitement than her middle-class background could provide, Mandy ran away from home when she was sixteen. Life in London was fun, but sharing a flat with Christine Keele led her into a series of ever more bizarre adventures. She tells of her relationship with the notorious Peter Rachman, her part in the extraordinary Profumo affair and the behind-the-scenes story of the trail of Stephen Ward.

Rp 15.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Mandy
Penulis: Mandy Rice-Davies with Shirley Flack
Penerbit: Sphere Books Limited
Edisi: First Edition 1980
Halaman: 224
Ukuran: 11 x 18 x 1.5 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: English 
Kondisi: Buku Bekas Koleksi Pribadi
Lokasi: 920/Dav/m/d20

MEMPERTAHANKAN CITA-CITA MENJAGA SPIRIT PERJUANGAN REFLEKSI 80 TAHUN HARRY TJAN SILALAHI, J.B. Soedarmanta

"Harry selalu berpendapat yang utama ialah nasib bangsa dan negara serta masyarakat pada umumnya, dan tidak pernah memikirkan kepentingannya sendiri, apalagi mencari kedudukan, pangkat, atau uang. Dia terutama mau mempertahankan pluralisme dalam berbangsa, karena itu yang menurut dia bisa menjamin kesatuan bangsa."
-- Jusuf Wanandi

"Dengan banyaknya Political animals, para negarawan sangat tidak nyaman dalam arena penyelenggaraan negara, sehingga menyingkir, bersedih hati, dan mengamati dari luar arena. Bad leaders drive out good leaders bagaikan bad money drive out good money. Bilamana political animals mendominasi arena politik, maka bad leaders drive out good leaders. Dalam pengamatan saya, inilah yang sekarang sedang dialami oleh Harry. Namun Harry boleh bersyukur bahwa dalam usianya yang ke-80 dan yang dikepung oleh political animals, ​dia masih merupakan pimpinan sesepuh dari lembaga pengkajian CSIS dengan gedung yang megah, berisi para intelektual muda."
-- Kwik Kian Gie

Rp 60.000 

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Mempertahankan Cita-Cita Menjaga Spirit Perjuangan Refleksi 80 Tahun Harry Tjan Silalahi
Penulis: J.B. Soedarmanta
Penerbit: Yayasan Obor Indonesia
Edisi: 2014
Halaman: 208
Ukuran: 13 x 19 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

BANK KAUM MISKIN, Muhammad Yunus

Sebagai dosen ekonomi Universitas Chittagong Muhammad Yunus merasa resah melihat kesenjangan antara teori yang diajarkannya dengan realitas kemiskinan sehari-hari di Bangladesh. Dan ia pun memutuskan keluar dari ruang kelas untuk belajar langsung dari masyarakat miskin pedesaan. Lahirlah ide-ide cemerlang pengentasan kemiskinan yang sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini.Ikutilah pergulatan mengharukan Yunus dan Grameen Bank dalam memberdayakan masyarakat miskin, membela hak-hak kaum perempuan yang selama ini diabaikan, melawan kelambanan birokrasi, kekolotan sikap keagamaan, kekakuan cara berpikir akademis, dan kesewenang-wenangan lembaga keuangan internasional seperti Bank Dunia.

Rp 65.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Bank Kaum Miskin
Penulis: Muhammad Yunus
Penerbit: Marjin Kiri
Edisi: 2007
Halaman: 269
Ukuran: 20 X14 x 1.5 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 920/Yun/b

RUMAH SERIBU MALAIKAT, Yuli Badawi & Hermawan Aksan

Tidak semua orang pernah ditawari merawat bayi orang lain Namun, itulah yang dialami Yuli. Bukan hanya sekali, tetapi lima kali! Sayangnya, kelima tawaran ini terpaksa ditolak. Kini, Yuli mendapat tawaran keenam. Apa yang harus dia lakukan kali ini? Apa sebenarnya maksud Tuhan dengan semua ini? Sudah lebih dari lima puluh anak angkat yang mereka rawat. Padahal, Yuli dan Ahmad hanya sepasang suami-istri sederhana dengan penghasilan yang biasa-biasa saja. Belum lagi, mereka juga sudah berusia paruh baya dan memiliki empat orang anak yang masih butuh perhatian dan biaya yang tidak sedikit. Ini sungguh sebuah drama keluarga yang mengharukan. Tentang tekad yang kuat untuk menunjukkan rasa syukur kepada ilahi dengan menolong sesama. Tentang keikhlasan materi yang ternyata justru membuahkan kebahagiaan tanpa henti. Tentang sebuah rumah dengan seribu malaikat.

Rp 49.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Rumah Seribu Malaikat
Penulis: Yuli Badawi & Hermawan Aksan
Penerbit: Noura Books Publishing
Edisi: 2014
Halaman: 432
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

SBY BERBAKTI UNTUK BUMI, Bahrudin Supardi

Pemanasan global bisa menimbulkan bencana mengerikan di mana-mana. Bahaya lain yang diakibatkan oleh pemanasan global adalah pelelehan kumpulan es. Antara tahun 1970 dan 2000, kumpulan es di Artik kehilangan 10% luas daerah, turun dari 13,5 menjadi 12 juta kilometer persegi. Selain itu, lapisan es juga bertambah tipis. Hal itu menyebabkan air akan menyerap sinar matahari lebih lama dan dapat meningkatkan pemanasan global.

SBY sangat prihatin dengan adanya pemanasan global. Karena Indonesia telah merasakan akibat buruknya dengan terjadinya bencana di mana-mana. “Bencana yang terjadi di Indonesia belakangan ini adalah akibat pemanasan global dan perubahan iklim karena kelalaian manusia sejak puluhan tahun yang lalu. Jangan menyalahkan masa lalu, kita harus bangkit memperbaiki dan merawat hutan untuk generasi penerus,” kata SBY. SBY menyerukan ajakan kepada dunia internasional agar berbuat sesuatu untuk menyelamatkan bumi. Ini adalah bentuk

Rp 55.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700



INFO BUKU

Judul: SBY Berbakti Untuk Bumi
Penulis: Bahrudin Supardi
Penerbit: Rosda
Edisi: 2009
Halaman: 244
Ukuran: 14.5 x 21 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

SBY JALAN PANJANG MENUJU ISTANA, Bahrudin Supardi

Udara di Pacitan sungguh Panas menyengat. Terik matahari terasa membakar kulit. Debu tampak mengepul di mana-mana. Di tempat seperti itulah pada tanggal 9 September 1949 lahir seorang bayi lelaki sehat dari pasangan Peltu Sukoco dan Siti Habibah. Bayi itu diberi nama Susilo Bambang Yudhoyono. Susilo Bambang Yudhoyono kira-kira berarti seorang yang santun, penuh kesusilaan, ksatria, dan berhasil memenangkan setiap peperangan. 55 tahun kemudian, sang bayi menjadi orang nomor satu di negeri ini dan dikenal dengan sebutan akrab SBY.

Tidak mudah jalan yang ditempuh SBY menuju istana. Jalan itu begitu panjang dan berliku. Perjalanan hidup SBY adalah kisah tentang perjuangan hidup, kesetiakawanan, kepahlawanan, cinta tanah air, juga ketegasan dan kewibawaan yang dipadu dengan kelembutan. ”Jalan Panjang Menuju Istana” bisa menjadi inspirasi bagi mereka yang menghargai arti sebuah perjuangan.

Rp 52.500

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700



INFO BUKU

Judul: SBY Jalan Panjang Menuju Istana
Penulis: Bahrudin Supardi
Penerbit: Rosda
Edisi: 2009
Halaman: 232
Ukuran: 14.5 x 21 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

SBY INDAHNYA NEGERI TANPA KEKERASAN, Hasan Syukur

Susilo Bambang Yudhoyono, akrab disapa SBY, adalah sebuah fenomena di era reformasi. Langkah-langkah kebijakannya memberikan kejutan yang sangat berpengaruh kepada perubahan signifikan menuju masa depan Indonesia yang lebih aman, tertib, adil, sejahtera dan dinamis. Salah satu contoh adalah keberhasilannya mencari solusi pergolakan di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Padahal sejak tiga dekade Aceh terus membara.

Ketidakadilan Pemerintah Pusat dan pendekatannya dengan cara-cara militer melahirkan perlawanan keras, mulai dari DI/TII Tengku Daud Beureueh sampai Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pimpinan Hasan Tiro. Bagi SBY tampaknya tidak ada masalah yang tidak bisa dipecahkan. Hanya dalam waktu enam bulan dengan pendekatan soft power, pergolakan di Aceh bukan saja bisa diselesaikan. GAM sendiri, tanpa todongan senjata, dengan sukarela membubarkan diri. Keberhasilan SBY rupanya menimbulkan efek domino kepada konflik-konflik di daerah lain di tanah air. Konflik di Maluku dan Poso diselesaikannya lewat perundingan Malino I dan II. Separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) bisa diselesaikannya dengan pemberian status otonomi khusus. Terorisme dan premanisme yang mengoyak ketenangan masyarakat diselesaikan lewat jalur hukum.

Rp 55.500

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700



INFO BUKU

Judul: SBY Indahnya Negeri Tanpa Kekerasan
Penulis: Hasan Syukur
Penerbit: Rosda
Edisi: 2009
Halaman: 236
Ukuran: 14.5 x 21 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

SBY DIPLOMASI DAMAI, Mohammad Shoelhi

Presiden-presiden sebelumnya, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati, tak berhasil mempengaruhi Washington untuk mencabut embargo yang sudah belasan tahun dikenakan terhadap Indonesia. Tetapi dalam pertemuan bilateral dengan Presiden AS George W Bush di Busan, Korea Selatan, SBY bertanya kepada Bush, "Seperti apa AS memandang Indonesia?" Bush menjawab, "Sejak dahulu Indonesia adalah mitra strategis yang sangat penting bagi AS." Lalu SBY menimpali, "Kalau benar-benar memandang Indonesia sebagai mitra, mengapa AS tega memberlakukan embargo selama belasan tahun terhadap Indonesia?" Seketika itu juga Presiden Bush terhenyak dan spontan mengambil keputusan mencabut embargo.

Itulah gaya diplomasi SBY yang mampu menghunjamkan pesan-pesan persuasif ke dalam lubuk hati Presiden Bush. Itu baru salah satu contoh diplomasi damai yang dimainkan Presiden SBY. Masih banyak praktik diplomasi damai lainnya dipaparkan dalam buku ini. Buku ini sangat menarik karena kita dapat mempelajari bagaimana sosok diplomasi Indonesia selama era pemerintahan SBY, dan apa saja hasil-hasil yang telah dicapai.

Rp 63.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700



INFO BUKU

Judul: SBY Diplomasi Damai
Penulis: Mohammad Shoelhi
Penerbit: Rosda
Edisi: 2009
Halaman: 268
Ukuran: 14.5 x 21 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

SBY JENDELA HATI, Sari Pusparini S

Sebagai seorang pemimpin bangsa di masa krisis multidimensi, publik sering menuntut SBY untuk tampil serba sempurna. Alhasil, mereka tidak bisa menerima jika kebijakan yang diambilnya berbenturan dengan keinginan rakyat. Padahal, tentulah ada alasan dan pertimbangan khusus di balik semua kebijakan yang diretasnya. Hal ini perlu dikaji oleh rakyat sebagai bentuk pembelajaran berdemokratisasi tanpa mengabaikan nurani, seperti apa yang selalu dilakukan SBY dalam membumikan aturan main, tata krama, dan etika politik. Buku ini akan mengajak Anda mengenal SBY lebih dekat: menelusuri kilasan perjalanan hidupnya, menyelami pemi-kirannya, memahami konflik batin di setiap pengambilan keputusannya, serta menelisik sisi kemanusiaannya. Inilah buku yang menunjukkan jendela hati SBY, apa adanya.

Rp 56.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700



INFO BUKU

Judul: SBY Jendela Hati
Penulis: Sari Pusparini S
Penerbit: Rosda
Edisi: 2009
Halaman: 252
Ukuran: 14.5 x 21 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

SBY PEDULI KEMISKINAN, Anang Solihin Wardan

Kebijakan menurunkan harga BBM hingga tiga kali merupakan kebijakan yang benar-benar prorakyat, tapi ada lagi kebijakan dan program Presiden SBY yang lebih prorakyat, melalui “gagasan besarnya”. Salah satunya adalah program yang peduli kepada kemiskinan, pro-poor. Apa saja program keberpikahan kepada kemiskinan itu? Dalam buku ini ada banyak program SBY yang peduli kepada kemiskinan, antara lain: bantuan langsung tunai, beras untuk rakyat miskin, pendidikan gratis, kesehatan gratis, bantuan pinjaman, bantuan pertanian, bantuan masyarakat pesisir, kenaikan gaji PNS/TNI/Polri, layanan publik (SIM, STNK, paspor, dan sebagainya), pemberdayaan masyarakat lokal, dan bantuan pinjaman. Lebih gamblangnya berbagai bantuan dan program untuk mengurangi kemiskinan ditulis dalam buku ini. Melalui program prorakyat itu, masyarakat kita bisa berdaya dan berkembang untuk lebih sejahtera.

Rp 56.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700



INFO BUKU

Judul: SBY Peduli Kemiskinan
Penulis: Anang Solihin Wardan
Penerbit: Rosda
Edisi: 2009
Halaman: 252
Ukuran: 14.5 x 21 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

SOEKARNO : KUANTAR KE GERBANG, Ramadhan K.H

Ingatan itu masih tertera jelas. Sosok mungil dengan sekuntum bunga warna merah tersunting di sanggulnya. Hingga bertahun-tahun, sosok itulah yang hidup dalam benak Soekarno. Inggit bukan sekadar kekasih. Dalam dirinya, Soekarno menemukan kawan sekaligus ibu. Di dalam rengkuhan perempuan sederhana itu, dia tumbuh menjadi seorang pejuang yang tangguh. Tak banyak yang menyoroti kisah cinta antara Inggit Garnasih dan Soekarno. Disusun berdasakan hasil wawancara dengan Ibu Inggit, Ramadhan K.H. menyampaikan sebuah kisah menyentuh. Lewat novel ini, kita akan tahu episode-episode penting dalam hidup Soekarno sebelum masuk ke istana dengan sosok yang selalu melekat di sana: Inggit Garnasih.

Rp 46.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Soekarno : Kuantar Ke Gerbang
Penulis: Ramadhan K.H
Penerbit: Bentang Pustaka
Edisi: 2014
Halaman: 432
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

TOTAL HABIBIE, A. Makmur Makka

" Walaupun HAbibie berpostur kecil, namun seluruh badan B.J Habibie adalah otak. Dia berbeda dengan saya yang bertubuh gempal, tapi isinya' dengkul'semua."

Demikian kelakar Jaya Suprana , budayawan Tanah Air, di akhir pidato Habibie di depan civitas akademika Universitas Indonesia saat penganugrahan gelar Honoris Causa B.J. Habibie pada tahun 2010. Kelakar Jaya Suprana tentang sosok B.J. Habibie tersebut tentu saja mengundang tawa para undangan dan hadirin.

Sebuah fakta menggelikan dibocorkan oleh Ir. Wiratman, teman sekelas B.J. Habibie di SMAK Bandung. Hampir setiap hari B.J. Habibie membawa lelucon baru berbau porno ke sekolah. Biasanya, B.J. Habibie menceritakan leluconnya sambil berbisik-bisik saat pelajaran dan membuat pendengarnya tak bisa menahan tawa.

Banyak peristiwa menarik dan sesekali mengundang tawa dari lintasan hidup seorang Habibie, mantan presiden RI ke-3 yang sederhana, bersahaja, dengan pemikiran-pemikiran brilian untuk bangsa Indonesia. Meski kembali ke Indonesia dan terbawa arus politik di Tanah Air, B.J. Habibie tetap memegang prinsip dalam hidupnya :

" Jangan tanyakan apa yang negara bisa berikan , tapi tanyakan apa yang kau bisa berikan kepada negara ."

Rp 47.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Total Habibie
Penulis: A. Makmur Makka
Penerbit: Iiman Real
Edisi: 2013
Halaman: 520
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

GIE DAN SURAT-SURAT YANG TERSEMBUNYI, Tim Tempo

Soe Hok-gie adalah seorang pemikir yang kritis, idealis, dan pemberontak. Catatan hariannya—yang dibukukan dalam Catatan Seorang Demonstran (1983)—merangkum semangat perlawanan yang tumbuh sejak ia duduk di bangku SMP. Gie pernah mendebat guru bahasa Indonesia lantaran berbeda pendapat soal pengarang prosa "Pulanglah Dia si Anak Hilang". Lalu semasa SMA, ia memprotes kebijakan sekolahnya yang hanya menampung siswa dengan orangtua dari kalangan pejabat.

Tabiat itu membentuknya menjadi manusia berjiwa politik. Empati kepada rakyat kecil dan keterampilan beretorika menjadi semangat utama Gie. Ia konsisten untuk berada di luar sistem serta memihak kemanusiaan dan kebebasan. Dalam tulisannya bertanggal 10 Desember 1959, misalnya, Gie geram menyaksikan orang makan kulit mangga saking kelaparan. Sementara, ia menduga, tak sampai dua kilometer dari situ, Presiden Sukarno sedang tertawa dan makan-makan dengan para istrinya.

Gie sangat dikenang berkat tulisan-tulisannya. Aktivis Mapala Universitas Indonesia yang meninggal pada 16 Desember 1969 saat mendaki puncak Semeru ini berprinsip, "Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan."

Kisah tentang Gie adalah jilid perdana seri "Pemuda dan Gerakan Sosial" yang diangkat dari liputan khusus Majalah Berita Mingguan Tempo Oktober 2016. Serial ini mengupas, menyelisik, dan mengisahkan sisi lain kehidupan tokoh-tokoh pemuda yang singkat namun telah mendorong perubahan sosial nyata dan bersejarah.

Rp 50.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Gie Dan Surat-Surat Yang Tersembunyi
Penulis: Tim Tempo
Penerbit: Gramedia
Edisi: 2017
Halaman: 107
Ukuran: 23 x 16 x 1 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 920/Tem/G

LUPA ENDONESA DEUI, Sujiwo Tejo

Tulisan-tulisan Sujiwo dalam buku Lupa Endonesa Deui ini sangat kritis terhadap fenomena sosial yang patut dipuji maka pujiannya sangat halus tetapi terhadap fenomena sosial yang harus dikritik maka kritiknya sangat tajam. Ekpresi kegundahan atau kegembiraan yang, antara lain, diwakili oleh ponokawan menunjukkan muatan budaya yang mengandung semuanya: cara halus, santun, dan tegas yang berintikan untuk menjernihkan dan meluruskan keadaan. Melalui buku ini Sujiwo Tejo melancarkan kritik sosial yang aktual dengan sangat berani melalui gaya-gaya khas para ponokawan, terutama Petruk, Gareng, dan Bagong yang ditimpali oleh tokoh-tokoh lain yang kerapkali menjadi bumbu dari peristiwa-peristiwa konkret. Di sini ponokawan sering memperbincangkan (atau dipertemukan dengan) isu-isu dan tokoh-tokoh yang secara nyata ada di depan mata kita saat ini seperti kasus narkoba, kasus korupsi, menteri, artis, dan sebagainya.

Rp 59.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Lupa Endonesa Deui
Penulis: Sujiwo Tejo
Penerbit: Bentang Pustaka
Edisi: 2013
Halaman: 360
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

YOK KOESWOYO: JIWAKU, JIWAMU, JIWA NUSANTARA

Buku Yok Koeswoyo : Jiwaku, Jiwamu, Jiwa Nusantara karya As Giri.

Daftar Isi
  • Metamorfosis
  • Kasih Sayang
  • Cahaya
  • Tuhan Memberkati
  • Tragedi
  • Bila Tiba Saatnya
  • Pikukuh
  • Semua Bersaudara
  • Salam Jiwa Nusantara
  • Mars Jiwa Nusantara
  • Tentang Nusantara
  • Jiwa Nusantara
  • Penataan Ulang
  • Pesan Tertulis
  • Allah, Tuhan Yang Maha Benar
  • Jiwa Nusantara
  • Belalang Kupu-Kupu
  • Masih Ada Harapan
  • Nyanyian Asmara
  • Penghubung
  • Kedamaian
  • Kemesraan
  • Terkikis
  • Buah Kemenangan
  • Kata Mereka


Jiwa Nusantara memperkokoh 4 pilar bangsa :

  • Pancasila
  • UUD '45
  • Bhineka Tunggal Ika
  • Negara Kesatuan Republik Indonesia



Rp 35.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Yok Koeswoyo: Jiwaku, Jiwamu, Jiwa Nusantara
Penulis: As Giri
Penerbit: Grasindo
Edisi: Cetakan 1, 2012
Halaman: 153
Ukuran: 21 x 15 cm
Sampul: Soft Cover 
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru 
Lokasi: 780/Koe/j

Kode: Masukkan kode negara.
Telepon: Masukkan nomor telepon.


Checkout Sekarang