Website Sedang Direnovasi

Koleksi Buku

MAEN PUKULAN PENCAK SILAT KHAS BETAWI, G. J. Nawi

Tidak dapat dipungkiri, dilihat dari tinggalan seni dan budaya, etnis Betawi terbentuk dari hasil akulturasi beberapa etnis yang pernah mendiami daerah yang kini menjadi ibu kota Republik Indonesia ini. Melalui evolusi yang panjang, proses peleburan beberapa etnis itu terjadi, sehingga melahirkan etnis dan kebudayaan baru, terlepas dari kebudayaan induk yang mempengaruhinya. Salah satu hasil produk akulturasi dan asimilasi itu adalah unsur kebudayaan ilmu bela diri pencak silat, yang masyarakat setempat menyebutnya Maen Pukulan.

Latar belakang akulturasi dan asimiliasi membuat Maen Pukulan sebagai pencak  silat khas Betawi , yang memiliki kekayaan dan keragaman aliran-aliran, karakter gerak, bentuk jurus, bahkan senjata tradisionalnya.

Dalam perkembangannya, Maen Pukulan atau pencak silat khas Betawi, menjadi bagian terpenting dalam kehidupan bermasyarakat, menjadi identias ke-Betawi-an yang bersanding dengan kehidupan beragaman, sehingga lahir ungkapan sholat dan silat. Sholat dan silat merupakan personifikasi sederhana masyarakat Betawi dalam mengaplikasikan ajaran Islam tentang “hablum minnallah dan hablum minannas”, bagaimana menjalin hubungan antara hamba dengan Sang Penciptanya dan memelihara hubungan antar sesama dan makhluk lainnya.

Seiring perjalanan waktu yang mengubah pola kehidupan masyarakat dan gencarnya arus globalisasi, Maen Pukulan atau pencak silat khas Betawi semakin terpinggirkan. Keberadaannya tidak lagi menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakatnya. Hal ini pula yang menjadi penyebab degradasi pelestarian dan pengembangan beberapa aliran Maen Pukulan satu persatu hilang ditelan zaman.

Buku yang ditulis anak Betawi ini tidak hanya menyajikan riwayat aliran-aliran Maen Pukulan Betawi yang dikumpulkan melalui tuturan lisan, tetapi juga ulasan yang dirangkum dari beberapa sumber sejarah tertulis. Demikian pula pemaparan karakter khas gerak dan ritual tradisi dari aliran-aliran Maen Pukulan yang dijumpai dan kesenian yang terkait dengan Maen Pukulan, menjadi perbendaharaan baru dan membuka wawasan kebudyaan bagi para pembaca perihal seni dan budaya Betawi.

Rp 80.000
Rp 85.000
Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Maen Pukulan Pencak Silat Khas Betawi
Penulis: G. J. Nawi
Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia
Edisi: 2016
Halaman: xxvi + 342
Ukuran: 14,5 x 21 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

KEADILAN JENDER, Free Hearty

Mengkaji feminisme dalam perspektif Islam sangat menarik. Dengan jelas dan rinci, penulis menggambarkan tahapan dalam perkembangan gerakan feminisme di Eropa, Amerika, dilengkapi dengan kondisi di Dunia Arap Muslim. Free Hearty melukiskan bagaimana tokoh perempuan dalam ketiga karya sastra, berjuang dan berusaha keluar dari cengkraman budaya patriaki dan tradisi. Terkadang hambatan datang bukan hanya dari tokoh laki-laki tetapi justru dari perempuan lain, bahkan ibu sendiri.

Yang menarik adalah kesimpulan kajian itu; dalam karya Saadawi dan Ghalem yang mengangkat pertentangan antara ideologi feminisme dan patriarki, pengarang malahan terjebak dalam sikap yang mensubordinasi perempuan di bawah kekuasaan laku-laki (feminis korban). Sebaliknya, karya Mahfoudz yang sebenarnya hanya ingin mengungkapkan masalah keadilan dan kemanusiaan, justru sangat kental mengungkap potensi perempuan yang tegas, tegar dan rasional dalam menghadapi hidup (feminisme kekuasaan).

Rp 80.000
Rp 85.000
Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Keadilan Jender : Perspektif Feminis Muslim dalam Sastra Timur Tengah
Penulis: Free Hearty
Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia
Edisi: 2015
Halaman: xxviii + 286
Ukuran: 4,5 x 21 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

ILMU SOSIAL DI INDONESIA,

Kita berefleksi untuk mendapatkan gambaran masa depan yang lebih baik. Sejak reformasi kita belum melihat kembali wajah kita, sudah banyak buku yang menunjukan wajah sedih, marah, terluka, juga wajah yang menantang masa depan. Akan tetapi sisi akademis terlewatkan, karena kita jarang mempertanyakan diri kita dalam keilmuan dan kaitannya dengan masa depan kita. Padahal sudah banyak lembaga pendidikan dan penelitian, negeri dan swasta, juga pendidikan berkembang baik, bahkan skema-skema beasiswa dalam dan luar negeri pun sudah kembali terbuka.

Di sisi lain, kita masih melihat kemiskinan, kesenjangan antarjender, tidak berkembangnya kota dan desa, nilai rupiah cenderung turun, dan masalah lingkungan yang tiada habisnya.

Apakah ilmu social sudah ditinggalkan?
Apakah para ilmuwan social tersingkirkan?
Bagaimana dengan generasi ilmuan social yang muda, yang berkiprah dari wilayah yang jauh dari pusat kota?

Ilmu Sosial di Indonesia: Perkembangan dan Tantangan merupakan kumpulan artikel yang dikemas dalam konteks refleksi ilmu social kemudian berupaya memotretnya. Kumpulan tulisan ini adalah bukti kepedulian ilmuwan social atas negeri dan keilmuannya. Mereka berpikir dan berimajinasi dengan tujuan Nusantara Persada, menjadi Indonesia yang lebih baik.

Rp 120.000
Rp 130.000
Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Ilmu Sosial di Indonesia: Perkembangan dan Tantangan
Penulis: Widjajanti Mulyono Santoso (ed)
Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia
Edisi: 2016
Halaman: x + 484
Ukuran: 16 x 24 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

HAKIM, Novianto Murti Hantoro, S.H., M.H.; dkk

Kekuasaan kehakiman di Indonesia  merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan. Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan badan peradilan yang berada di bawahnya dalam lingkungan peradilan umum, lingkungan peradilan agama, lingkungan peradilan militer, lingkungan peradilan tata usaha negara, dan oleh sebuah Mahkamah Konstitusi (Pasal 24 UUD Tahun 1945). Di dalam Kekuasaan Kehakiman terdapat jabatan Hakim sebagai unsur pelaksana dari Kekuasaan Kehakiman itu sendiri. Jabatan Hakim saat ini mengalami berbagai permasalahan dalam implementasinya.

Buku ini mengupas berbagai permasalahan yang dihadapi oleh hakim dalam menjalankan fungsi, tugas, dan tanggung jawabnya. Pengulasan dalam berbagai subtansi yang terdapat dalam buku ini dapat memberikan sebuah gambaran bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pengaturan bagi seorang hakim dengan aturan yang melekat bagi anggota eksekutif dan legislatif. Padahal, pembagian kekuasaan antara eksekutif, legislatif, dan yudikiatif sudah secara jelas diatur dalam UUD Tahun 1945.

Pengaturan jabatan hakim saat ini tidak sesuai dengan kenyataan yang didapat oleh seorang hakim. Hakim saat ini masih berdiri di antara 2 (dua) kaki atau dapat dikatakan ada sebuah dualisme pengaturan terkait dengan profesi hakim. Hal ini kemudian yang menyebabkan seorang hakim sulit untuk melakukan fungsi, tugas, dan kewajibannya sesuai dengan kemandirian hakim. Penyebutan hakim sebagai pejabat negara tidak sesuai implementasinya baik itu dari sisi kesejahteraan maupun kepada sistem protokoler yang didapatkan seorang hakim. 

Hak dan kewajiban yang diperoleh seorang hakim pun menjadi sama dengan pegawai ASN karena masih adanya status hakim yang berada pada grey area.

Selain itu, buku ini juga mengupas bagaimana seorang hakim diperlakukan tidak layak dari sisi keamanan sampai kelayakan rumah dinas dan  bagaimana pembinaan dan konsep pendidikan serta pelatihan hakim yang terbatas anggarannya. Pada gilirannya, buku ini mengupas pula bagaimana pengawasan kepada seorang hakim yang dilakukan oleh 2 (dua) lembaga, yaitu MA dan KY.

Buku ini dibuat dalam rangka memberikan gambaran secara utuh kepada para pembaca terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh seorang hakim dalam menjalankan fungsi, tugas, dan kewenangannya. Diharapkan para pembacara mengerti dan memahami kondisi hakim baik dilihat dari sisi struktur organisasi, perekonomian, manajemen, pendidikan, sampai dengan pengawasan.  Yang terakhir, buku ini juga diharapkan dapat memberikan masukan dalam mengatur sebuah jabatan hakim dalam peraturan perundang-undangan.

Rp 70.000
Rp 75.000
Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: HAKIM: Antara Pengaturan dan Implementasinya
Penulis: Novianto Murti Hantoro, S.H., M.H.; dkk
Penerbit: Yayasan Obor Indoesia
Edisi: 2018
Halaman: xviii+ 212
Ukuran: 15,5 x 23 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

HAKIKAT ILMU PENGETAHUAN BUDAYA, Rahayu Surtiati Hidayat

Tahukah Anda bahwa Ilmu Pengetahuan Budaya merupakan istilah yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (dulu Departemen) sebagai rumpun ilmu di samping Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial? Nama rumpun ilmu itu sekarang digunakan sebagai nama fakultas, menggantikan nama Fakultas Sastra yang sering disalahartikan sebagai kesusastraan, padahal dalam bahasa Sanskerta artinya kebudayaan.

 Mengapa ilmu pengetahuan? Karena banyak ilmu tergabung dalam rumpun itu. Pada hakikatnya, ilmu pengetahuan budaya menekuni hasil akal budi manusia dengan tujuan agar manusia menjadi lebih baik. Maka, para pakar ilmu pengetahuan budaya menggunakan berbagai hasil budi daya manusia sebagai objek penelitiannya. Maka, ancangan tekstual diterapkan dalam penelitiannya. Dalam kumpulan karangan para guru besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia ini, pembaca akan menemukan berbagai tulisan yang menunjukkan hakikat ilmu pngetahuan budaya. Kelima belas tulisan itu dikelompokkan dalam lima bagian: dari tulisan yang bersifat umum di bagian pertama hingga yang bersifat khusus bidang ilmu di bagian-bagian berikutnya: sejarah dan arkeologi, ilmu susastra, kajian budaya, dan linguistik.

Rp 140.000
Rp 155.000
Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Hakikat Ilmu Pengetahuan Budaya
Penulis: Rahayu Surtiati Hidayat
Penerbit: Yayasan Obor Indoesia
Edisi: 2018
Halaman: x + 442
Ukuran: 14,5 x 21 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

ERA BARU HUKUM PERTAMBANGAN, Tri Hayati

Era baru hukum pertambangan dimulai sejak era reformasi pemerintahan daerah, di mana terjadi perubahan drastic terhadap kewenangan pengolahan pertambangan. Semula berdasarkan Undang-undang No. 11 Tahun 1967 tentang “Ketentuan-ketentuan Pokok Pertambangan’, paradigm pengelolaan pertambangan bersifat sentralistis, di mana kewenangan pengelolaan bahan galian golongan a dan b berada di tangan Mentri (Pemerintah Pusat). Dengan berlakunya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang “Pemerintah Daerah” di era reformasi, kewenangan pengelolaan pertambangan diserahkan kepada kabupaten/kota dengan prinsip otonomi seluas-luasnya. Sementara menunggu amandemen terhadap Undang-undang Nomor 11 Tahun 1967, diterbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2001.

Dalam peruses penyesuaian tersebut ternyata baru pada akhir 2014 disetujui dan diterbitkan Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang “Pertambangan Mineral dan Batubara”. Berarti hampir 10 (sepuluh) tahun pengelolaan pertambangan tidak memiliki undang-undang yang menjadi pedomannya. Hal ini membawa potret kelam pengelolaan pertambangan di Indonesia, yang berakibat tidak terkendalinya penerbitan-penerbitan izin tambang di Indonesia.

Baru sekita 4 (empat) tahun berlakunya Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009, kemudian terbit Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang “Pemerintahan Daerah”, yang kembali membawa perubahan drastis dalam kewenangan pengelolaan pertambangan. Dimulailah kembali usaha melakukan amandemen dari Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009.

Dalam buku ini dibahas secara komprehensif perjalanan panjang perubahan pengelolaan pertambangan di Indonesia hingga saat ini. Buku ini sangat cocok bagi para akademisi maupun praktisi termasuk lawyer, para mahasiswa. Pemerhati hukum pertambangan, pejabat pemerintah, para pelaku usaha dan para pengambil kebijakan.

Rp 90.000
Rp 95.000
Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Era Baru Hukum Pertambangan: Di Bawah Rezim UU No.4 Tahun 2009
Penulis: Tri Hayati
Penerbit: Yayasan Obor Indoesia
Edisi: 2015
Halaman: xxii + 306
Ukuran: 14,5x21 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

DINAMIKA PELAKSANAAN URUSAN DI BIDANG PERSANDIAN PEMERINTAH DAERAH, Prayudi, Aryojati Ardipandanto dkk

Penyelenggaraan pengamanan persandian adalah rangkaian kegiatan dan tindakan pencegahan atau penanggulangan yang dilakukan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan untuk melindungi kelangsungan persandian dari segala hakekat ancaman dan gangguan dalam satu kesatuan Sistem Persandian Negara.

Pengelolaan persandian di pemerintah daerah dapat dikategorikan bersifat spesifik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.  Meskipun bersifat spesifik, bukan berarti publik dilarang untuk mengawasi pengelolaannya agar tidak terjadi penyalahgunaan. Dengan dimensi pengaturan yang dianut dalam kebebasan Informasi publik, informasi dan transaksi elektronik, serta substansi pengecualian kerahasiaan negara, maka pemda bukan tidak mungkin berada dalam dilema untuk mengelolanya lebih lanjut di tingkat kewenangan yang ada. Hal ini mengingat dibandingkan pemerintah pusat, maka pemerintah daerah cenderung lebih besar muatan tuntutan keterbukaan informasinya bagi publik.

Persandian sebagai upaya untuk mengamankan, melindungi dan menjamin orisinalitas sebuah berita atau dokumen pemerintah merupakan hal yang amat penting dalam era serba teknologi informasi saat ini. Modernisasi pemerintahan akan sangat bergantung dan didukung oleh penggunaan teknologi infomrasi di segala aspek mulai dari administrasi perkantoran (e-office), perencanaan (e-planning), keuangan (e-budgetting) dan fungsi pemerintahan lainnya. Penggunaan teknologi informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah akan menghadapi beberapa resiko seperti penyadapan, hacking dan berbagai ancaman lainya. Adanya ancaman dalam pengelolaan pemerintahan yang berbasis teknologi informasi (e-government) tersebut membuat pengelolaan persandian oleh pemerintah daerah menjadi terasa lebih penting.

Persandian sebagai urusan pemerintahan yang bersifat wajib dan tidak tergolong pelayanan dasar adalah salah satu instrumen pemda dalam menjaga integrasi bangsa. Masalahnya, adalah pola penggunaan teknologi informasi belum dilakukan secara penuh dan masih dilakukan secara manual. Bahkan bukan hanya secara teknis, tetapi juga secara politis cara pandang penyelesaian dan pencegahan gangguan keamanan, kadangkala masih menggunakan pola yang konservatif. Meskipun otonomi kabupaten/kota semakin menguat aspirasi dan kewenangannya, tetapi praktek demokrasi deliberatif belum berjalan secara penuh dan masih sebatas di tingkat elitis atau bahkan serimonial.

Ketidakmerataan kegiatan persandian di daerah juga disebabkan dari tidak seragamannya pemahaman pemda terhadap kriteria informasi yang masuk dalam kategori disandikan. Hal ini yang menyebabkan timbulnya subjektivitas persandian yang terbatas pada tujuan menjaga kerahasiaan informasi semata.

Urusan persandian bagi pemerintah daerah memegang peranan yang cukup penting, terutama dikaitkan dengan bagiamana keamanan atau kerahasiaan data dan informasi pemerintah daerah dapat terlindungi. Namun disisi yang lain, urusan persandian juga berhadapan dengan era keterbukaan informasi yang sudah meliputi semua aspek kehidupan bermasyarakat. Penataan pengaturannya harus baik dan lengkap, karena persandian harus berhadapan dengan bagaimana menjaga kepercayaan masyarakat terhadap jalannya pemerintah daerah yang bersih dan terbuka.

Rp 50.000
Rp 55.000
Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Dinamika Pelaksanaan Urusan di Bidang Persandian Pemerintah Daerah
Penulis: Prayudi, Aryojati Ardipandanto dkk
Penerbit: Yayasan Obor Indonesia
Edisi: 2017
Halaman: xii + 134
Ukuran: 15,5 x 23 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

CANDIDE, Voltaire

Sesuai dengan judulnya, dongeng Voltaire ini menceritakan pengalaman Candide setelah diusir dari Istana Baron Thunder-ten-Tronckh, tempat nyaman masa kecil, di mana ia mendapat pendidikan dari guru filsafat Pangloss. Ia diusir gara-gara hal sepele saja, yaitu karena ia berani mencium Cunégonde, putri sang Baron.

Candide yang lugu dan polos sesuai dengan namanya, sangat penurut dan menyerap ajaran gurunya yang fanatic secara membabi buta: bahwa semuanya terbaik dalam dunia terbaik yang mungkin diciptakan. Ia berpetualang dari satu negeri ke negeri lain dan mengalami berbagai masalah:  direkrut menjadi tentara Bulgaria dan dipaksa berperang menyaksikan pembantaian manusia, dan kemudian di negeri Belanda melihat berbagai bentuk kemunafikan manusia. Dalam perjalanan ia bertemu lagi dengan Pangloss, yang bertampang mengerikan karena menjadi korban penyakit kotor. Gurunya menceritakan bahwa keluarga sang Baron porak-poranda: baron dan istri serta putranya dibunuh, dan Cunégonde juga diperkosa dan dibunuh.

Dalam kisah selanjutya, tokoh-tokoh itu dipertemukan dan kemudian dipisahkan lagi dalam kondisi yang tidak menggembirakan karena mengalami berbagai bencana.Terkadang masuk tokoh-tokoh baru yang membawa pikiran yang bertolak belakang, misalnya tokoh Martin. Ia berpendapat bahwa di dunia ini segalanya jelek, demikian juga si Nenek yang melayani Cunégonde. Jadi berlawanan dengan Pangloss yang, di tengah bencana yang paling mengerikan, tetap berpendapat bahwa semuanya baik di dunia terbaik yang mungkin diciptakan.

Bentuk dongeng memungkinkan sang pengarang untuk membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Sebetulnya Voltaire, sebagai salah seorang pengarang terbesar Prancis pada abad ke-18, telah menulis banyak karya drama dan karya ilmiah. Dongeng-dongeng seperti Candide, Si Lugu, dan Suratan Takdir ditulisnya pada masa tua untuk menghibur teman-temannya dalam pertemuan silaturahmi. Namun justru dongengnyalah yang hidup sampai sekarang, bahkan Candide misalnya, telah difilmkan. Jika dibaca secara sepintas lalu, Candide hanyalah dongeng petualangan biasa. Namun jika disimak secara mendalam, kisah ini penuh renungan filsafat dan kritik Voltaire tentang perilaku dan kondisi manusia sepanjang zaman.

Rp 60.000
Rp 65.000
Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Candide
Penulis: Voltaire
Penerbit: Yayasan Obor Indonesia
Edisi: 2018
Halaman: xvi + 200
Ukuran: 13 x 18 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

BUNG: MEMOAR TENTANG MAHBUB DJUNAIDI, Isfandiari MD dan Iwan Rasta

Sosok Mahbub Djunaidi memang tak pernah habis untuk dibahas. Pria Betawi keturunan Banten-Jerman ini dikenal sebagai pribadi yang unik. Karyanya mencerminkan karakter sejatinya. Jalan pikirannya sulit ditebak, humornya kadang membuat kita terhenyak, dan  kebebasan ekspresinya dalam karya tulis masih sulit ditandingi oleh penulis-penulis  saat ini.  Ia memandang dunia dalam versinya sendiri dan versi itu dibagikan pada khalayak umum lewat karya tulisnya.

Lewat memoar ini, pembaca diajak lebih dekat lagi dengan Pak Mahbub. Bagaimana kesehariannya di tengah keluarga, bagaimana ia memotret fenomena di sekitarnya untuk dijadikan bahan tulisan yang ditunggu oleh banyak penggemarnya. Memoar ini  sedikit banyak menggambarkan pribadi Mahbub  yang mengispirasi generasi setelahnya. Bukan untuk mendapatkan ‘Mahbub’ yang baru, tetapi bagaimana menggali potensi diri sendiri dari pribadi yang menginspirasi ini.

Karakter Mahbub yang egaliter, non-diskriminatif, membongkar sekat perbedaan suku-agama-ras, menjadi amatan yang menarik. Ia mewakili figur yang telah, sedang, dan akan dibutuhkan dalam ikhtiar luhur dalam merawat keutuhan Indonesia.

Rp 70.000
Rp 75.000
Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Bung: Memoar tentang Mahbub Djunaidi
Penulis: Isfandiari MD dan Iwan Rasta
Penerbit: Yayasan Obor Indonesia
Edisi: 2018
Halaman: xvi + 182
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

GERAKAN PEMUDA ANSOR: DARI ERA KOLONIAL HINGGA PASCAREFORMASI, Andi Rahman Alamsyah, Bayu A. Yulianto

Ansor bersama-sama dengan induknya, NU, adalah garda depan dalam melawan kecenderungan menguatnya politik identitas yang mengatasnamakan agama, tatkala elemen-elemen lain dari bangsa ini seperti maju-mundur atau bahkan takut untuk menghadapinya.

Pemikiran aswaja mendorong Ansor untuk menjadi moderat dan fleksibel baik dalam bidang politik maupun sosial. Sikap fleksibel itu memungkinkan Ansor dapat mempertahankan eksistensinya dalam berbagai situasi kekuasaan. Dalam bidang sosial, fleksibilitas itu membuat Ansor dapat membangun relasi dengan berbagai elemen masyarakat, seperti gerakan pemuda lainnya, beragam kelompok Islam, dan khususnya dengan kelompok minoritas. Di bidang ekonomi, fleksibilitas Ansor dapat menentukan pilihan untuk berkiprah dalam ekonomi kerakyatan di pedesaan sekaligus membangun jejaring dengan institusi-institusi besar ekonomi.

... perkembangan Ansor tidak terlepas dari dimensi-dimensi sosial-politik, baik dalam maupun luar negeri. Penggambaran konteks sosial-politik ini memperlihatkan bagaimana Ansor berkembang seiring dengan perjalanan Indonesia, yang juga tak lepas dari berbagai pengaruh luar maupun dalam. Keterkaitan dengan urusan-urusan atau isu-isu luar negeri selama beberapa waktu juga menunjukkan sisi internasional dari organisasi ini. Dengan demikian, Ansor kelihatannya tidak hanya memiliki nilai strategis bagi kekuatan politik di tanah air, tetapi juga berkembang karena hadirnya pengaruh-pengaruh yang bersumber dari perkembangan zaman. Hal inilah yang kemudian membentuk karakter Ansor.

Rp 140.000
Rp 150.000
Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Gerakan Pemuda Ansor: dari Era Kolonial hingga Pascareformasi
Penulis: Andi Rahman Alamsyah, Bayu A. Yulianto
Penerbit: Yayasan Obor Indonesia
Edisi: 2018
Halaman: xxiv + 322
Ukuran: 14,5 x 21 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

BINATANG PENULAR PENYAKIT DI SEKITAR LINGKUNGAN RUMAH, Bambang Heriyanto dan Ristiyanto

Binatang Penular Penyakit di Sekitar Lingkungan Rumah/Bambang Heriyanto dan Ristiyanto; Ed.1, Cet. 1 —Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia 2017

Rp 76.000
Rp 80.000
Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Binatang Penular Penyakit di Sekitar Lingkungan Rumah
Penulis: Bambang Heriyanto dan Ristiyanto
Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia
Edisi: 2017
Halaman: xxii + 188
Ukuran: 14,5 x 21 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

EMPAT KEPAK SAYAP, Yvonne de Fretes dan Hanna Rambe

YVONNE DE FRETES, yang lebih dikenal sebagai penyair dan cerpenis dengan Kumcernya, Bulan di Atas Lovina, dengan sahabatnya HANNA RAMBE, yang dikenal dengan novelnya Mirah dari Banda, kini bersatu dalam buku Empat Kepak Sayap. Antologi yang berisi empat kisah cinta yang dikemas unik oleh kedua penulis senior, yang sama-sama pernah menjadi wartawan. Keempat kisah cinta itu sama-sama- asyik untuk dinikmati dengan alur yang mengalir, sama memesona.

Latar konflik Ambon, yang memisahkan ibu dengan putrinya, dan mempertemukan mereka kembali dalam perbedaan keyakinan semula, merupakan dilema yang cukup menohok. Juga digambarakan ketegaran tokoh wanita yang puitis dalam menyikapi masalah hubungan cinta yang akrab dengan kegagalan sekaligus ragu-ragu. Ada juga tema "cinta tak sampai" yang dibungkus dengan suasana khas pengelanaan pulang mudik, tidak cengeng, meskin hendak berziarah ke makam si kasih tak sampai, yang setelah melewati liku-liku kelana, berfikir dengan bahagia meski di usia lanjut.

Konon, lewat karya kita bisa lebih mengenal penulisnya. Nah, gempita kisah yang disuguhkan dalam Empat Kepak Sayap ini semoga lebih mendekatkan kita dengan kedua penulis, dan semoga buku ini bisa turut menyemarakkan dunia sastra tanah air.

Rp 85.000
Rp 90.000
Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Empat Kepak Sayap
Penulis: Yvonne de Fretes dan Hanna Rambe
Penerbit: Yayasan Obor Indonesia
Edisi: 2018
Halaman: xiv + 316
Ukuran: 13 x 18 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

ANCAMAN ISIS DI INDONESIA, Poltak Partogi Nainggolan

Munculnya ISIS/IS dan ancaman yang diciptakannya telah melahirkan kewaspadaan tinggi di berbagai negara dan memaksa pemimpin mereka untuk meresponsnya dengan cepat dan efektif, sejak dari hulu hingga hilirnya. Termasuk upaya di bagian hulunya dalam hal ini adalah pekerjaan penyiapan legislasi, sehingga dapat memetakan permasalahan dan tingkat ancaman yang diberikan secara komprehensif dan tepat. Untuk itu, dibutuhkan sebuah penelitian yang mendalam, yang dapat memberikan gambaran yang utuh, dengan data atau informasi yang komprehensif mengenai sifat dan besarnya ancaman yang datang dari ISIS/IS ke negara Indonesia.

Sebagai sebuah negara, Indonesia sangat terancam, karena kondisinya yang amat beragam dalam berbagai hal, dan letaknya yang strategis, sekaligus rawan, di persimpangan jalur pelayaran dunia. Indonesia menjadi sangat terancam, karena pekerjaan rumahnya selama ini yang belum dapat diselesaikan, terkait pembangunan manusia dan karakter bangsa, serta pembangunan fisik dalam penciptaan kesejahteraan dan keadilan sosial di berbagai bidang. Dengan kondisinya sebagai negara yang sangat terbuka aksesnya untuk dimasuki warga berbagai bangsa dan pendatang dari berbagai penjuru dunia, negeri ini menjadi incaran yang menggiurkan para pengikut, pendukung, dan simpatisan ISIS/IS untuk dipengaruhi dan dijadikan bagian dari gerakan khilafah sejagat ISIS/IS di bawah pemimpin mereka di Suriah dan Irak, Abu Bakar al-Baghdadi.

ISIS/IS merupakan gerakan sektarian global, yang antikeberagaman, dan dikelola di bawah kekuasaan yang monolitik dan represif. Mereka secara realistis tidak menghendaki sama sekali kehadiran sebuah negara bangsa dan modern, yang dipersatukan oleh gagasan nasionalisme dan cita-cita negara bangsa, serta yang mendasarkan diri pada ideologi modern lainnya. ISIS/IS tentu saja juga tidak menghendaki terbentuk dan bertahannya sebuah imagined community seperti Indonesia, yang sudah dicita-citakan dan diperjuangkan dengan segala pengorbanan oleh para pendiri dan mereka yang hendak mempertahankannya.

Rp 76.000
Rp 85.000
Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Ancaman ISIS di Indonesia
Penulis: Poltak Partogi Nainggolan
Penerbit: Yayasan Obor Indonesia
Edisi: 2018
Halaman: xvi + 238 hlm
Ukuran: 15,5 x 23 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

ANAK MAT LELA GILA, Ishak Haji Muhammad

Karya Ishak Haji Muhammad, Anak Mat Lela Gila pertama kali diterbitkan pada tahun 1960 di Malaysia, mengisahkan seorang pemuda yang dianggap gila dan ganjil oleh penduduk desa – seperti membersihkan halaman masjid namun tidak pernah masuk ke dalamnya, membuat batu bata sementara di desa itu belum ada rumah batu bata, mengukir kayu dan membersihkan semak-semak hutan, yang tidak biasa dikerjakan oleh orang pada umumnya. Kesehariannya  berada di hutan dengan rambut terurai panjang layaknya perempuan.

Meskipun dianggap gila, ia berusaha merawat bayi yang bernama Bulat yang masih berumur 6 bulan, yang sengaja ditinggalkan oleh orang tuanya tanpa pesan. Novel yang ditulis dengan cermat dan berhati-hati ini mengandung banyak pesan yang masih relevan hingga kini. Ishak Haji Muhammad secara halus menyampaikan kritik sosial melalui karyanya dengan gaya bahasa khas Melayu yang lugas, mudah dicerna dan difahami.

Bagaimana Bulat bisa sampai ke Mat Lela, Johari, Alang, dan menjadi penyanyi, dan mengapa ditinggalkan oleh orang tuanya? Sangat menarik kisahnya untuk disimak.

Rp 67.500
Rp 75.000
Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Anak Mat Lela Gila
Penulis: Ishak Haji Muhammad
Penerbit: Yayasan Obor Indonesia
Edisi: 2018
Halaman: vi + 168 hlm
Ukuran: 13,5 x 18 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

EKOLOGI VEGETASI; TUJUAN DAN METODE, Dieter Mueller-Dombois dan Heinz Ellenberg

Ekologi vegetasi dapat diartikan sebagai kajian tentang vegetasi (komunitas tumbuhan). Di Eropa daratan kajian tentang vegetasi dikenal dengan berbagai istilah, yang pada dasarnya adalah sosiologi tumbuhan (fitososiologi) dengan tujuan akhir mengklasifikasi vegetasi menjadi berbagai satuan.  Di Inggris dan Amerika Serikat (Anglo-Amerika), kajian tentang vegetasi terfokus pada hubungan antara vegetasi dan faktor lingkungannya, dan dikenal dengan istilah sinekologi. Integerasi antara konsep dan metode penelitian Eropa daratan dan Anglo-Amerika itu menghasilkan kajian ekologi vegetasi yang disajikan dalam buku ini.

Rp 110.000
Rp 120.000
Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Ekologi Vegetasi; Tujuan dan Metode
Penulis: Dieter Mueller-Dombois dan Heinz Ellenberg
Penerbit: LIPI dan Yayasan Pustaka Obor Indonesia
Edisi: 2016
Halaman: xxvi + 610
Ukuran: 17,45 x 25 cm
Sampul: Hard Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

MEMOAR SEORANG WARTAWAN, A NAN TAKANA (APA YANG TERINGAT), H. Marthias Dusky Pandoe

A Nan Takana -- judul tersebut artinya apa yang teringat.

Tetapi kenangan untuk seorang wartawan, tentu bukan memoar biasa. Oleh karena dia lari meninggalkan dusun kelahirannya di Lawang, Bukittinggi, Sumatera Barat, dalam usia belia, Marthias Dusky Pandoe kemudian bertekad untuk menaklukkan dunia. Tanpa pernah punya bekal cukup dalam pendidikan formal, setapak demi setapak dia akhirnya mewujudkan impiannya. Dimulai dengan bergelandangan sebagai pedagang kaki lima, sampai akhirnya tumbuh menjadi ratu dunia, berkarya sepenuhnya sebagai wartawan.

Dengan latar belakang masyarakat Minangkabau yang sarat bersendi agama, adat dan budaya, di tengah perjuangan politik merebut kemerdekaan Indonesia. Dilanjutkan ke masa pergolakan daerah selama Peristiwa PRRI dan juga di masa pasca pemberontakan yang carut marut.

MDP, begitu inisial yang sedia dia pakai di belakang tulisannya, telah membuktikan jati dirinya sebagai warga Minagkabau. Dengan cermat dia mengenang serta mencatat segala-galanya. Sejak persahabatannya dengan tokoh Masyumi Moh. Natsir, keterlibatannya dalam aksi bawah tanah menentang komunis, hingga perannya ikut membentuk para gubernur.

Beragam pengalaman tersebut menunjukkan, MDP bukan sekadar wartawan yang pandai berkisah. Melainkan sering terjun sendiri dalam pergumulan politik serta bertindak selaku king maker di wilayah kelahirannya. Tempat dia kembali bermukim, sesudah berkelana menjelajah kemana-mana.

Rp 35.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Memoar Seorang Wartawan, A Nan Takana (Apa yang Teringat)
Penulis: H. Marthias Dusky Pandoe
Penerbit: Kompas
Edisi: 2001
Halaman: 325
Ukuran: 14 x 21 x 2 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru Stock Lama
Lokasi: 920/Pan/m

CATATAN SUBVERSIF, Mochtar Lubis

Buku ini merupakan catatan-catatan dalam buku harian yang ditulis pengarang selama berada dalam tahanan rezim orde lama. Dia telah mencatat pengalamannya setiap hari, tidak saja pengalaman nyata dalam lingkungan rumah penjara, akan tetapi juga pengalaman pikir an dan batinnya, reaksi-reaksinya terhadap apa yang dibaca dan didengarnya, terhadi di dalam dan di luar penjara. Karena itu buku ini merupakan pula sebuah kesaksian terhadap segala apa yang terjadi di Indonesia di bawah rezim orde lama dan reaksi pengarang terhadap semuanya.

Rezim orde lama setelah jatuh dari singgasana kekuasannya telah menjadi sasaran kritik dan kutukan banyak orang Indonesia, tidak saja akibat politiknya yang telah membawa Indonesia ke jurang kehancuran perekonomian akan tetapi akibat petualangan politik, almarhum presiden Soekarno dengan PKI, yang sampai pada puncaknya dengan peristiwan Gestapu tanggal 30 September tahun 1965, yang membawa Indonesia pada peristiwa pembantaian para Jenderal di Lubang Buaya.

Buku ini merupakan monumen kesaksian pada satu kurun waktu yang amat penting dalam sejarah Indonesia Merdeka yang secara jelas mengikuti proses pembusukan orde lama, karena itu perlu dibaca oleh setiap orang Indonesia yang wajib memahami proses sejarah negeri dan bangsanya. Karena masa kini hanya dapat dipahami dengan memahami masa lampau.

Rp 40.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Catatan Subversif
Penulis: Mochtar Lubis
Penerbit: Yayasan Obor Indonesia
Edisi: 1987
Halaman: 405
Ukuran: 14 x 21 x 1.5cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi:

B.M. DIAH WARTAWAN PEJOANG, Djafar H. Assegaff

Dalam sidang Dewan Pers di Bandung, pertengahan Juli 1989, H. Burhanudin Mohamad Diah mengemukakan niatnya untuk meletakan jabatan sebagai Ketua Pelaksanaan Harian Dewan Pers. Suatu jabatan yang telah dipegang beliau lebih dari 15 tahun. Semua hadirin, anggota Dewan Pers termanggu dan tak seorangpun memberikan reaksi.

Menteri Penerangan Harmoko, anak didik beliau di Merdeka, yang mengetuai sidang di waktu itu mengemukakan pula bahwa keinginan Pak Diah untuk meletakkan jabatan sebagai Ketua Pelaksana Harian sudah lama dikemukakan."Hanya sayalah, yang menahan beliu," kata Harmoko. Namun kali ini sudah tidak ada lagi alasan untuk, menahan beliau.

Akhirnya singkat kata, B.M. Diah meletakan jabatan meskipun masih tetap menjadi anggota Dewan Pers. Rapat memutuskan rekan Jakob Oetama, seorang wartawan, tokoh dunia jurnalistik. dalam masa Orde Baru terpilih menggantikan B.M. Diah. Pada rapat itu pulalah terbit pikiran apakah yang dapat disumbangkan rekan dan teman sejawat serta generasi wartawan yang lebih muda, kepada B.M. Diah yang telah meletakan sandi-sandi jurnalistik setelah Indonesia Merdeka.

Akhirnya datang gagasan menerbitkan buku kenangan untuk B.M. Diah, Wartawan Pejoang dan Pejoang Kewartawanan di Indonesia. Tidak berlebihan kata-kata ini,karena B.M. Diah melahirkan surat kabar Merdeka. Merdeka menjadi tempat persemaian benih wartawan, yang kemudian akan memimpin surat-surat kabar lain. Dari persemaian Merdeka ini akan lahir banyak wartawan, yang kemudian memimpin surat kabar di Indonesia.

Rp 38.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: B.M. Diah Wartawan Pejoang: Kesan dari Rekan-rekan Sepejoangan
Penulis: Djafar H. Assegaff
Penerbit: Dewan Pers
Edisi: 1990
Halaman: x + 130
Ukuran: 14.5 x 21 x 0.5 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 070/Ass/b

COME BE MY LIGHT: THE PRIVATE WRITINGS OF THE SAINT OF CALCUTTA, Mother Teresa

During her lifelong service to the poorest of the poor, Mother Teresa became an icon of compassion to people of all religions; her extraordinary contributions to the care of the sick, the dying, and thousands of others nobody else was prepared to look after have been recognized and acclaimed throughout the world. Little is known, however, about her own spiritual heights and or her struggles. This collection of her writings and reflections, almost all of which have never been made public before, sheds light on Mother Teresa's interior life in a way that reveals the depth and intensity of her holiness for the first time.

Complied and presented by father Brian Kolodiejchuk, M.C., who knew Mother Teresa for twenty years and is the postulator for her cause for sainthood and director of the Mother Teresa Center, Mother Teresa brings together letters she wrote to her spiritual advisors over decades. A moving chronicle of her spiritual journey -- including moments, indeed years, of utter desolation -- these letters reveal the secrets she shared only with her closest confidants. She emerges as a classic mystic whose inner life burned with the fire of charity and whose heart was tested and purified by an intense trial of faith, a true dark night of the soul.

Published to coincide with the tenth anniversary of her death, Mother Teresa is an intimate portrait of a woman whose life and work continue to be admired by millions of people.

Rp 180.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Mother Teresa Come be My Light: The Private Writings of the "Saint of Calcutta" 
Penulis: Mother Teresa [Penulis], Brian Kolodiejchuk, M.C. [Editor]
Penerbit: Doubleday
Edisi: 2007 
Halaman: 404
Ukuran: 14.5 x 21.5 x 3 cm
Sampul: Hard Cover
Bahasa: English
Kondisi: Buku Bekas Koleksi Pribadi
Lokasi: 920/Ter/c

BENEDIKTUS, Krispurwana Cahyadi

Figur Benediktus XVI tidak akan ditempatkan sembarangan atau hanya dipandang sebelah mata. Dia adalah sosok penting, bahkan karena kedudukannya tidak jarang ditempatkan sebagai pusat tatapan dan arah pandangan banyak orang, menjadi perbincangan di dunia. Suaranya menggema di tengah belantara arus pandangan dunia. Maka mempelajarinya, terutama sebagai orang Katolik, adalah langkah untuk mengenali serta menelusuri akar gagasan dan arah pandangannya yang, karena sebagai paus, membentuk suara pengajaran Gereja. Kaya ini merupakan suatu paparan, suatu jabaran gagasan dari seorang yang bernama Joseph Ratzinger yang kini bergelar Benediktus XVI. Secara garis besar, menyajikan refleksi konkret atas soal-soal aktual, yang hidup dan dihidupi manusia. Dipersembahkan kepada siapa saja yang ingin mengenal Benediktus XVI, bagaimana dia mengajar, memandang perkara, dan menyatakan pendapat dalam hal iman dan kehidupan, Gereja dan dunia di tengah arus zaman.

Rp 67.500

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Benediktus
Penulis: Krispurwana Cahyadi
Penerbit: Kanisius
Edisi: 2010
Halaman: 464
Ukuran: 155 x 225 mm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

IBN 'ARABI: THE VOYAGE OF NO RETURN, Claude Addas

This concise introduction to the life and thought of Ibn 'Arabi who is considered as the "Greatest of Sufi Masters". Written by the author of a best-selling biography of Ibn 'Arabi, Ibn 'Arabi: The Voyage of No Return traces the major events of Ibn 'Arabi's life: his conversion to Sufism; his travels around Andalusia and the Maghreb; his meetings with the saints of his time; his journey to Mecca; his travels in Egypt, Palestine, Mesopotamia, Anatolia and Syria; his most important books. The events of Ibn 'Arabi's "inner voyage", however, are far more spectacular than those of his outer life and are here presented directly from the many auto-biographical sections found in his writings. Through her detailed analysis of Ibn 'Arabi's works and her profound understanding of his ideas, Claude Addas gives us a comprehensive insight into the major doctrines of this most influential Sufi masters: the doctrine of prophethood and sainthood, of inheritance from the prophets, of the "imaginal world", of the "unicity of Being", of the "Seal of Saints", and many others. Addas also introduces the main disciples of Ibn 'Arabi down the nineteenth century and traces both his unequalled influence on the course of Sufism and the controversies that still surround him till today. Ibn 'Arabi: The Voyage of No Return is essential reading for anyone interested in Islamic mysticism and is a genuine contribution to scholarship in this field.

Rp 90.000

Beli Sekarang
sold
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Ibn Arabi: The Voyage of No Return
Penulis: Claude Addas
Penerbit: The Islamic Text Society
Edisi: 2000
Halaman: 134
Ukuran: 14 x 21.5 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: English
Kondisi: Buku Bekas Koleksi Pribadi
Lokasi: 200/Add/i

GUS DUR DI MATA PEREMPUAN, Ala'i Nadjib

Gus Dur penting kita muliakan, karena ia cendekiawan yang sungguh-sungguh memuliakan perempuan. Ia menempatkan perempuan bukan bagian penting dari ide pembebasan tapi justru yang utama dari ide pembebasan sekaligus pelaku penting kerja pembebasan itu sendiri.

Rp 65.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Gus Dur di mata Perempuan
Penulis: Ala'i Nadjib
Penerbit: Gading Publishing dan PP Fatayat NU
Edisi: 2014
Halaman: 296
Ukuran: 14.5 x 21 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

PERJALANAN OEY HONG NIO, Eka Budianta

Ketika lahir namanya Oey Hong Nio. Setelah menikah dipanggil Nyonya Kho Hok Tjwan. Selanjutnya dikenal sebagai Ibu Elyana Darmono.

Inilah kisah perjalanan hidup yang indah. Dalam usia 88 tahun Ibu Elyana bercerita dengan sangat fasih dan cerdas. Ibu Elyana pernah belajar di Sekolah Guru, Kweekschool di Mendut, dekat Candi Borobudur. Sekolah itu merupakan pendidikan pionir emansipasi perempuan yang sangat terkenal, pada zamannya. Didirikan oleh Gereja Katolik pada 1908, dan berjaya hingga 1943.

Bagaimana pengalaman Elyana selanjutnya? Mengapa ia tidak jadi mengajar sebagai guru? Buku catatan ini memberikan jawaban lengkap dan terperinci. Elyana menikah dengan Frans, pemuda yang dikaguminya. "Suamiku adalah seorang pahlawan," katanya. Ia bertanggung-jawab dan menyelesaikan pekerjaannya dengan baik."

Suaminya, almarhum Frans Kho Hok Tjwan atau Darmono Sugiarto (1920-1982) adalah seorang taat pada ajaran Rama Resi Pransoeh Sastrasoewignya, tokoh kejawen yang amat dikaguminya. Ia mewarikan ajaran Tiga Perangkat yang telah membuat keluarganya menyatu dengan masyarakat, berbakti untuk bangsa dan negara.

Banyak pelajaran hidup yang dapat kita petik dari perjalanan 88 tahun Ibu Elyana. Baginya, tidak ada kata yang lebih menyenangkan daripada "anak" dan "hidup bahagia". Untuk itulah ia dan suaminya bekerja keras, bermasyarakat dengan harmonis di mana saja. Sungguh satu pengalaman berharga dalam hidup yang bersih, tulus dan sederhana.

"Sukses utama keluarga Darmono, menurut hemat saya, adalah keberhasilan mewariskan iman. Tidak sulit mewariskan tanah, rumah, uang, atau batangan emas. Tetapi meneruskan kepercayaan kepada anak-cucu sungguh hal luar biasa. Apalagi bila iman-kepercayaan itu berupa ajaran unik, dan masih jarang pemeluknya, seperti Ilmu Tiga Perangkat dari RPS Sastrosoewignya."

-- Eka Budianta

Rp 55.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Perjalanan Oey Hong Nio
Penulis: Eka Budianta
Penerbit: Eugenia
Ukuran: 24.5 x 22.5 x 1 cm
Sampul: Hard Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: Indonesia 

Kode: Masukkan kode negara.
Telepon: Masukkan nomor telepon.


Checkout Sekarang