PEMBREDELAN PERS DI INDONESIA, Ignatius Haryanto

PEMBREDELAN PERS DI INDONESIA, Ignatius Haryanto

Lebih dari 20 tahun lalu, sejumlah pers ditutup setelah terjadinya peristiwa 15 Januari 1974 (Malari). Koran Indonesia Raya adalah salah satu korbannya. Bagi koran yang dipimpin oleh Mochtar Lubis ini bukan pertama kalinya ia mengalami pembredelan, tetapi yang terakhir ini justru yang membuat koran tersebut mati selama-lamanya. Koran yang dikenal kritis, anti korupsi, anti penyelewengan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat bawah. Apa dan bagaimana sebenarnya yang terjadi dalam periode awal orde baru tersebut? Bagaimana sebenarnya posisi koran Indonesia Raya saat itu? Pemberitaan seperti apa yang membuat koran ini terpaksa ditutup selama-lamanya? Serta bagaimana proses pembredelan itu sendiri terjadi?

Pelajaran yang dapat ditarik dari kasus Indonesia Raya tahun 1974, atau Tempo dan kawan-kawan tahun 1994 tetap sama. Tanpa adanya negara hukum, yang didalamnya setiap warga negara dari yang lemah hingga yang kuat dan diharuskannya mereka mentaati "rule of law", akan berulang terus proses pengulangan sejarah pembredelan pers Indonesia.
Dr. David T. Hill [Murdoch University]

Rp 30.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Pembredelan Pers di Indonesia, Kasus Koran Indonesia Raya
Penulis: Ignatius Haryanto 
Penerbit: Lembaga Studi Pers dan Pembangunan (LSPP)
Edisi: 1988
Halaman: 276
Ukuran: 11.5 x 17.5 x 1cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 071/Har/p

Kode: Masukkan kode negara.
Telepon: Masukkan nomor telepon.


Checkout Sekarang