DI BAWAH BAYANG-BAYANG ADIKUASA, Y.B. Mangunwijaya

DI BAWAH BAYANG-BAYANG ADIKUASA, Y.B. Mangunwijaya

Di awal 1986 ia tampil membela rakyat jelata di lembah Kali Code yang hampir saja tergusur akibat penataan kota. Dalam buku Di Bawah Bayang-Bayang Adikuasa, panji-panji kemanusiaan ia kibar-kibarkan lewat kumpulan catatan perjalanannya ke berbagai penjuru dunia. Itulah Yusuf Bilyarta Mangunwijaya, budayawan terkemuka, novelis, cerpenis dan kolomnis.

Romo Mangun tidak sekedar menyuguhkan laporan pandangan mata. Dalam refleksinya di Hannover, misalnya, yaitu kota tempat produksi mutakhir diperagakan, ia menyentil kaum teknokrat untuk tidak jadi budak bayaran struktur vested interest. "Teknokrat," katanya, "mesti juga berpolitik praktis," dan kalaupun terpaksa menyerah, ia tidak menjadikan hal itu sebagai kebanggaan.

Pastor yang juga dosen ini dilahirkan di Ambarawa, 6 Mei 1929. Ketika revolusi kemerdekaan, ia bergabung dalam kesatuan Tentara Pelajar. Berpendidikan filsafat teologi dan arsitektur, karya tulisnya meliputi bidang luas. Novelnya Burung-Burung Manyar meraih South East Asian Award 1983 di bangkok, sementara buku Sastra dan Religiositas mendapat hadiah pertama dari Dewan kesenian Jakarta untuk esei terbitan 1982. Di luar sastra tercatat antara lain Teknologi dan Dampak Kebudayaannya, Fisika Bangunan dan Puntung-Puntung Roro Mendut.

Rp 35.000

Beli Sekarang
Sold
Berat (gram)700



INFO BUKU

Judul: Di bawah Bayang-Bayang Adikuasa
Penulis: Y.B. Mangunwijaya
Penerbit: Grafitipers
Edisi: Cetakan Pertama 1987
Halaman: 201
Ukuran: 13 x 19 x 1 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Bekas Koleksi Pribadi
Lokasi: 814/Man/d

Kode: Masukkan kode negara.
Telepon: Masukkan nomor telepon.


Checkout Sekarang