KONFLIK MULTIKULTUR: PANDUAN MELIPUT BAGI JURNALIS, Nur Zain Hae dkk

KONFLIK MULTIKULTUR: PANDUAN MELIPUT BAGI JURNALIS, Nur Zain Hae dkk

Jika koran dipandang sebagai sarana untuk membuat kekacauan, koran pun dapat digunakan sebagai sarana untuk menciptakan ketertiban. Begitu kata Tuan Keuner, tokoh utama dalam Geschichten vorm Herrn Keuner (Kumpulan Cerita tentang Tuan Keuner) karya sastrawan besar Jerman, Bertoit Brecht. Pernyataan Tuan Keuner sungguh mengena bagi kehidupan pers kita hari-hari ini. Ketika konflik multikultur meruyak, suku-suku berseteru, umat-umat beragama bersengketa, para penduduk gang saling serang, pemberitaan pers tentangnya acapkali dituduh sebagai penghasutan yang memperkuat kemelut. Padahal para pemberita  dan media massa, cetak manapun elektronik, mestinya bisa memainkan peran terpuji: tidak mengobarkan api perang tapi menyiramkan air perdamaian.

Pertanyaannya, bagaimana peran itu mesti dilakukan? Buku kecil ini berangkat dari pertanyaan seperti itu. Di dalamnya terkadang niat untuk manawarkan beberapa bahan pertimbangan bagi para pemberita  Indonesia yang hendak meliput sosial yang kalang kabut oleh rupa-rupa kemelut.

Rp 35.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Konflik Multikultur: Panduan Meliput bagi Jurnalis
Penulis: Nur Zain Hae, Rusdi Marpaung, Hawe Setiawan
Penerbit: LSPP
Edisi: 2000
Halaman: 105
Ukuran: 10.6 x 16.8 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Bekas Koleksi Pribadi
Lokasi: 070/Hae/k

Kode: Masukkan kode negara.
Telepon: Masukkan nomor telepon.


Checkout Sekarang